--> -- -->

Iklan

Cyberbullying di Media Sosial dan Dampaknya bagi Remaja

Jumat, 26 Juni 2026, Juni 26, 2026 WIB Last Updated 2026-06-26T16:20:24Z

 

Keterangan Foto : Nurul Safika, Prodi Ilmu Administrasi Negara, Semester 2, Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning


Dumai, SelayangNews.com - Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Berbagai platform digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, belajar, hingga mengekspresikan diri. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul masalah yang semakin sering terjadi, yaitu cyberbullying atau perundungan di dunia maya.


Bentuknya dapat berupa komentar yang menghina, penyebaran foto atau video tanpa izin, fitnah, hingga ancaman melalui media sosial. Karena informasi di internet dapat menyebar dengan sangat cepat, dampak yang dirasakan korban pun sering kali lebih besar dibandingkan perundungan secara langsung.


Cyberbullying bukan lagi sekadar candaan di media sosial, melainkan masalah serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Banyak pelaku merasa aman karena bersembunyi di balik layar, sehingga lebih mudah mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain. Padahal, korban dapat mengalami tekanan psikologis, seperti rasa malu, cemas, kehilangan kepercayaan diri, bahkan depresi.


Tidak sedikit remaja yang akhirnya memilih mengurangi aktivitas di sekolah, menarik diri dari lingkungan pertemanan, atau kehilangan semangat belajar. Salah satu contoh nyata adalah banyaknya kasus pelajar di Indonesia yang menjadi sasaran ejekan karena penampilan, kondisi fisik, atau unggahan pribadi mereka. Komentar negatif yang terus berdatangan membuat korban merasa tidak dihargai dan takut menggunakan media sosial.


Kondisi ini menunjukkan bahwa etika dalam berkomunikasi di dunia digital masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kurangnya pengawasan dari orang tua dan rendahnya literasi digital juga menjadi faktor yang membuat kasus cyberbullying terus terjadi.



Upaya untuk mengurangi cyberbullying harus dilakukan oleh berbagai pihak. Orang tua perlu menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak mengenai penggunaan media sosial.


Sekolah dapat memberikan edukasi tentang etika digital dan dampak perundungan di dunia maya. Remaja juga perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial, berpikir sebelum menulis komentar, serta berani melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang dapat membantu.


Pada akhirnya, cyberbullying merupakan persoalan yang tidak boleh dianggap remeh karena dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, dan masa depan remaja. Dengan meningkatkan kesadaran, rasa empati, serta tanggung jawab dalam menggunakan media sosial, lingkungan digital dapat menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan positif bagi semua orang.


Referensi


United Nations Children's Fund. (2019). Perundungan: Apa itu dan bagaimana menghentikannya?


Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Modul Literasi Digital untuk Masyarakat.
World Health Organization. (2024). Adolescent Mental Health.


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Materi edukasi tentang perlindungan anak di ruang digital.


Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Survei Penetrasi Internet Indonesia.


Editor : Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+