![]() |
| Keterangan Foto : Nurul Safika Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Kota Dumai Riau. |
Dumai, SelayangNews.com - Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kebutuhan setiap manusia. Namun, sampai saat ini kerusakan lingkungan masih menjadi persoalan yang sering terjadi di Indonesia. Mulai dari kebakaran hutan, pencemaran sungai, hingga kerusakan lahan akibat aktivitas manusia, permasalahan ini bukan hanya berdampak pada alam, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut Nurul Safika Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Kota Dumai Riau, kerusakan lingkungan tidak bisa hanya dianggap sebagai masalah alam biasa. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, seperti kepentingan ekonomi, kebijakan, dan tanggung jawab pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Salah satu persoalan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia adalah kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya tidak hanya membuat hutan rusak, tetapi juga menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Orang-orang yang tinggal di sekitar wilayah terdampak harus menghadapi udara yang tidak sehat, bahkan terkadang kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari.
Lanjut Nurul Safika, hal yang perlu dipertanyakan adalah mengapa kerusakan lingkungan masih terus terjadi, padahal dampaknya sudah jelas dirasakan oleh masyarakat. Dalam hal ini, kepentingan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kelestarian lingkungan. Pembangunan dan kegiatan usaha memang penting, tetapi tetap harus memperhatikan dampak yang ditimbulkan.
Selain itu, pihak yang memiliki kewenangan juga harus bertanggung jawab dalam mengawasi kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan. Jangan sampai aturan hanya dibuat, tetapi pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik. Jika terjadi kerusakan, harus ada tindakan dan pertanggungjawaban yang jelas dari pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Saya juga berpendapat bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat. Jangan sampai masyarakat kecil justru menjadi pihak yang paling merasakan dampak kerusakan, sementara kepentingan pihak lain lebih diutamakan," ucap Nurul Safika
Menurut Nurul Safika, masalah kerusakan lingkungan harus ditangani dengan lebih serius. Pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi merusak alam perlu ditingkatkan dan aturan lingkungan harus diterapkan secara tegas. Selain itu, perusahaan maupun masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
" Sebagai mahasiswa, kita juga bisa ikut berperan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, mengikuti kegiatan sosial, serta berani menyuarakan kepedulian terhadap kerusakan alam," tuturnya
Dari pembahasan tersebut, saya berpendapat bahwa kerusakan lingkungan di Indonesia bukan hanya persoalan alam, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab, kebijakan, dan kepentingan masyarakat. Kepentingan ekonomi memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan lingkungan dan kehidupan banyak orang.
Sebagai mahasiswa, saya berharap pembangunan di Indonesia tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan kelestarian alam. Karena lingkungan yang rusak bukan hanya merugikan kita hari ini, tetapi juga dapat menjadi masalah bagi generasi yang akan datang," tutupnya.
Editor : Redaksi
