--> -- -->

Iklan

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning Sabet Penghargaan PROPER Hijau 2025

Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T08:33:51Z

 

Keterangan Foto : General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan Menerima PROPER Hijau 2025 Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, pada Selasa (7/4).


Jakarta, SelayangNews.com - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali menegaskan komitmennya tidak hanya pada penyediaan energi nasional, tetapi juga pada keberlanjutan dan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar dengan meraih dua penghargaan PROPER Hijau 2025 dalam Anugerah Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia. 


Penghargaan yang diberikan untuk unit operasi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning tersebut diterima langsung oleh General Manager Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, pada Selasa (7/4).


Keterangan Foto : Alat Pemecah Ombak (APO) Program Serumpun Paman Bahri Kilang Pertamina Dumai


Pada periode 2024-2025, sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor telah mengikuti penilaian PROPER. Pada kategori PROPER Hijau, tercatat 2.428 perusahaan yang mengikuti penilaian oleh KLH, dengan 243 perusahaan berhasil meraih peringkat Hijau. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen dunia usaha dalam menjalankan kinerja lingkungan secara transparan dan akuntabel.


Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER kini telah bertransformasi melampaui fungsi awalnya sebagai instrumen kepatuhan. “PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Hanif.


Keterangan Foto : SERANA, Inovasi dari Perwira Kilang Sungai Pakning untuk petani madu di Desa Tanjung Leban.


Peringkat Hijau merupakan bentuk pengakuan atas kinerja unggul perusahaan yang tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup, tetapi juga melampaui standar yang ditetapkan melalui inovasi serta pelaksanaan program-program berkelanjutan.



Manager HSSE PPN Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani mengatakan capaian ini merupakan cerminan komitmen nyata perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam operasional secara konsisten, memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).


“Pencapaian ini menjadi wujud konsistensi kami dalam menjalankan operasional yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan inovasi serta memperkuat program TJSL guna memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat” ujar Syahrial.


Pada PROPER periode 2024-2025, Pertamina Patra NIaga Kilang Dumai mengusung program eko inovasi MOPS (Modifikasi Sistem Burner pada High Pressure Steam (HPS) Boiler 940 B-1 untuk Optimasi Power & Steam Refinery Unit II).Sistem burner ini berdampak pada pengurangan penggunaan fuel oil sehingga terjadi penurunan emisi CO2 sebesar 17.187,60 ton CO2eq pada tahun 2024.


Tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, Kilang Dumai juga berkomitmen menjaga harmonisasi serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar melalui program pemberdayaan bertajuk “Serumpun Paman Bahari” (Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul, Pangan Mandiri, dan Bahari Lestari). Program ini berfokus pada penguatan wilayah pesisir Dumai dari ancaman abrasi sekaligus pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Mundam, Tanjung Palas, dan Jaya Mukti.


Berbagai program seperti Green Laundry Barter Jaya, Bioflok Nila Salin, pencegahan stunting, Pertamina Cerdas, kelas Paket C, Saung REDAKSI, hingga Penghidupan Berkelanjutan Bufferzone telah memberikan dampak sosial ekonomi, di antaranya peningkatan pendapatan hingga Rp9.000.000 per bulan, pendampingan gizi bagi 23 penerima manfaat, serta implementasi Modul Cinta Pesisir di tingkat Sekolah Dasar.


Sementara itu, Kilang Sungai Pakning mengusung program unggulan “Koloni Gambut Berdikari” yang berfokus pada pemberdayaan kawasan gambut, termasuk petani madu di Desa Tanjung Leban. Melalui program ini, Kilang Sungai Pakning menghadirkan inovasi Sistem Ekstraksi Rotari Nektar Alami (SERANA), yaitu alat ekstraksi madu yang mampu memisahkan madu tanpa merusak lilin sarangnya.  Inovasi ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan hasil panen hingga 368 kilogram per bulan dan telah mengantongi nomor paten IDS000010146 sebagai pengakuan atas inovasi pekerja lokal Sungai Pakning.


Raihan PROPER Hijau ini semakin menegaskan posisi Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sebagai entitas yang proaktif dalam mendorong inovasi lingkungan di industri kilang, sekaligus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs) dalam setiap lini operasionalnya.


Editor : Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+