--> -- -->

Iklan

Dosen IAITF Dumai Tengku Mahesa Khalid, M.M Jadi Juri Festival Lampu Colok Dumai 2026.

Selasa, 17 Maret 2026, Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T08:42:39Z

 

Keterangan Foto : Tradisi Festival Lampu Colok kembali Malam ke-27 Ramadhan 1447 H atau Yang di Kenal Masyarakat Melayu Sebagai Malam Tujuh Likur di Kota Dumai. 16 Maret 2026 malam.


Dumai, SelayangNews.com - Tradisi Festival Lampu Colok kembali menyemarakkan malam ke-27 Ramadhan atau yang dikenal masyarakat Melayu sebagai malam Tujuh Likur di Kota Dumai. 16 Maret 2026 malam.


Kegiatan budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini tidak hanya menjadi perayaan keindahan cahaya lampu colok, tetapi juga simbol kuat pelestarian budaya Melayu di kawasan pesisir Selat Melaka.


Keterangan Foto : Dewan Juri Tradisi Festival Lampu Colok kembali Malam ke-27 Ramadhan 1447 H atau Yang di Kenal Masyarakat Melayu Sebagai Malam Tujuh Likur di Kota Dumai. 16 Maret 2026 malam.


Pada Festival Lampu Colok tahun 2026 ini, dosen mata kuliah Adat Istiadat Melayu Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin (IAITF) Dumai, Tengku Mahesa Khalid, M.M, dipercaya menjadi dewan juri dalam proses penilaian yang dilaksanakan pada Senin, 16 Maret 2026. Selain beliau, dewan juri juga terdiri dari Irfan Abu Bakar dari Kompung Colok Dumai serta Ujang Ebhat dari Dewan Kesenian Dumai.


Festival yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Melayu ini diikuti oleh 15 grup peserta yang mendaftar melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai. Setiap kelompok menampilkan berbagai bentuk bangunan lampu colok dengan desain yang mengandung simbol-simbol budaya Melayu dan nilai-nilai Islam.


Menurut Tengku Mahesa Khalid, tradisi lampu colok memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Melayu. Cahaya yang menyala dari lampu colok bukan sekadar dekorasi Ramadhan, tetapi melambangkan cahaya keimanan masyarakat Melayu yang identik dengan ajaran Islam.



“Lampu colok merupakan bagian dari adat istiadat masyarakat Melayu. Cahaya colok melambangkan cahaya keimanan orang Melayu yang identik dengan Islam. Dalam falsafah Melayu bahkan dikenal ungkapan bahwa Islam adalah Melayu dan Melayu adalah Islam,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa festival ini memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas masyarakat, karena pembangunan rangka bangunan lampu colok dilakukan secara bersama-sama oleh warga di setiap lingkungan.


Dalam proses penilaian, dewan juri memperhatikan beberapa aspek utama, di antaranya keindahan visual, kreativitas bentuk bangunan, kerapian, keamanan instalasi lampu colok, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam membangun dan merawat instalasi tersebut. Unsur simbolik yang mencerminkan nilai budaya Melayu dan Islam juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian.


Rektor IAITF Dumai, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Rizal Akbar, S.Si., M.Phil, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen IAITF Dumai dalam kegiatan budaya masyarakat tersebut. Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam kegiatan budaya merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat pesisir.


“IAITF Dumai memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang terdepan di kawasan Pesisir Selat Melaka. Karena itu, keterlibatan dosen dalam kegiatan budaya Melayu seperti Festival Lampu Colok merupakan bagian dari komitmen kampus dalam merawat dan menguatkan khazanah budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat kita,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa tradisi seperti Festival Lampu Colok tidak hanya memperindah suasana Ramadhan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas sosial, serta kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam.


Melalui kegiatan ini, diharapkan Festival Lampu Colok tetap menjadi warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Dumai, sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara tradisi Melayu, nilai keislaman, dan kehidupan masyarakat pesisir Selat Melaka.


Editor : Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini

Olahraga

+