![]() |
| Foto : Barisan Militan Emak Dumai Melaksanakan Lomba Fashion Show Busana Batik. |
Dumai, SelayangNews.com - Barisan Emak Militan Dumai ( BEMD) melaksanakan Lomba Fashion Show dengan busana batik dan peserta berjumlah 17 orang, kegiatan berlangsung di Citimal Dumai di Jalan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Riau, Rabu 26 November 2025.
Acara ini diikuti dengan penuh semangat oleh peserta, yang memamerkan berbagai model busana batik dalam balutan kreativitas yang mencerminkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Sebagai ketua panitia acara lomba fashion show busana batik Barisan Militan Emak Dumai Puan Ida Yulita.
Kegiatan ini dibuka oleh ketua dewan pembina BEMD, anggota DPRD Provinsi Riau, fraksi partai Gerindra, Hardianto.
Ketua Barusan Emak Militan Dumai ( BEMD) Nita Ariani, S.Kep., Ns., M.Kep. PhD, Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengenalkan batik sejak dini sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan. "Batik adalah identitas bangsa yang patut kita banggakan dan jaga. Saya sangat senang melihat antusiasme para peserta yang menunjukkan kecintaan mereka melalui fashion show ini," ungkapnya.
Para peserta tampil percaya diri di atas panggung, memamerkan batik dengan berbagai gaya dan warna, mulai dari motif tradisional hingga sentuhan modern. Penampilan mereka dinilai oleh tiga (3) dewan juri dari Pekanbaru.
Setiap peserta dinilai berdasarkan penampilan, kreativitas, serta kemampuan mereka menampilkan busana batik secara menarik.
Lomba fashion show batik ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana pembelajaran budaya, menanamkan rasa cinta terhadap warisan bangsa, dan mendorong rasa percaya diri dalam diri.
Batik telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda dari Indonesia oleh UNESCO sejak 2 Oktober. "Batik itu hasil karya anak bangsa yang diakui dunia, harus kita pelihara dan lestarikan, "ujar Ketua Nita Ariani.
Menurutnya, batik merupakan prioritas pengembangan perekonomian lantaran dinilai mempunyai karakter dan daya saing besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
"Batik local memiliki daya saing yang baik dan diminati pasar karena dijual dengan harga terjangkau sehingga mendatangkan keuntungan untuk pelaku usaha," ungkapnya.
Nita Ariani mengatakan, "Selain itu, batik bisa diterapkan ke dalam produk sehingga memiliki nilai tambah di antaranya aksesoris, dekorasi eksterior, furniture, perlengkapan rumah tangga, dan tentu saja fashion".
Editor : Redaksi
